Cara Budidaya Jamur Tiram Putih

Cara Budidaya Jamur Tiram Putih – Jamur tiram memang dapat tumbuh dan berkembang di media yang terbuat dari serbuk gergaji di kemas dalam kantong plastik. Biasanya pertumbuhan jamur tiram putih sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sekitarnya. Maka dari itu, anda mesti tahu mengenai kondisi yang cocok untuk pertumbuhan sebelum melakukan budidaya jamur tiram.

BACA ARTIKEL LAINNYA: Hosting Indonesia

Adapun masa kehidupan jamur yang tumbuh di hutan akan senantiasa di bawah pohon yang berdaun lebar atau di bawah tanaman berkayu. Pasalnya hasil penelitian menunjukkan bahwa miselium disimpan dalam ruang yang lebih redup, akan lebih banyak jumlah di bandingkan di tempat terang sinar matahari penuh. Nah, berikut ini cara budidaya jamur tiram putih yang baik dan benar.

Tips Membudayakan Jamur Tiram Putih

1.Menyiapkan Kumbung

 

Kumbung merupakan rumah jamur sebagai tempat untuk merawat baglog dan menumbuhkan jamur. Biasanya kumbang akan dibangun dengan berisi rak-rak untuk meletakkan baglog. Lumbung juga mesti mempunyai kemampuan untuk menjaga suhu dan kelembaban. Kumbung terbuat dari bambu atau kayu, dinding kumbung biasanya terbuat dari gedek atau papan serta atapnya terbuat dari genteng atau sirap.

 

  1. Merawat Baglog

 

Ada dua cara dalam menyusun baglog pada rak, yakni anda dapat meletakkan secara vertikal dengan lubang baglog menghadap ke atas. Selain itu, secara horizontal maka lubang baglog menghadap ke samping. Baglog yang disusun secara horizontal lebih aman dari siraman air. Jika penyiraman berlebihan, air tidak akan masuk ke dalam baglog. Selain itu, untuk pemanenan juga lebih mudah. Hanya saja, penyusun lebih banyak menyita tempat.

 

  1. Merawat Jamur Tiram

 

Sebaiknya anda menyusun baglog, lalu buka cincin dan kertas penutup baglog. Barulah anda mendiamkan selama kurang lebih lima hari. Potong ujung baglog agar memiliki ruang pertumbuhan lebih lebar. Diamkan selama 3 hari jangan dulu disiram dengan air. Penyiraman cukup pada lantai saja dan gunakan spray, dengan cara membentuk kabut bukan tetesan air.Lakukan penyiraman 2-3 kali sehari, tergantung pada suhu dan kelembaban kumbung.

  1. Pengendalian Hama

 

Pemeliharaan pada baglog, memungkinkan anda untuk melakukan perawatan dalam mencegah atau mengendalikan hama dari penyakit yang bisa menyerang jamur tiram kapan saja. Hama dan penyakit yang menyerang tentu dipengaruhi oleh keadaan lingkukan maupun jamur itu sendiri. Sehingga tempat budidaya harus dibersihkan dengan penyemprotan formalin pada area sekitar kumbung, secara berkala.

Panen Budidaya Jamur Tiram

Pemanenan dapat dilakukan pada jamur yang telah mekar dan membesar. Pada umumnya pada ujung-ujung jamur yang telah terlihat meruncing. Akan tetapi, tudungnya belum pecah warnanya masih putih berseri. Apabila masa panen lewat setengah hari saja, maka warna dari jarum tiram akan berubah menjadi kuning kecoklatan dan tudungnya pecah. Tetapi jika sudah begini, jamur akan cepat layu dan tidak akan bertahan lama. Pasalnya jarak panek  pertama ke panen berikutnya berkisar 2-3 minggu dan tak lebih dari itu.

BACA JUGA: Hosting Murah

Bagaimana anda tertarik untuk membudidaya jamur tiram putih? Sebaiknya anda memperhatikan betul cara merawat hingga proses pemanenan berlangsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *